Senin, 06 Juni 2016

TanpaMu Aku seperti ABU...

Hai Mama,
Apa kabarmu sekarang ? Pasti kau sangat bahagia berada disampingNya bukan ?
Masih ingatkah Ma saat meninggalkan aku, gadis kecilmu ini ? Ahh, sungguh kau pasti mengingatnya, seketika itu juga duniaku runtuh bukan. Pasti kau marah kepadaku karena saat itu aku merasa Tuhan tidak mencintaiku lagi, karna ia telah memanggilmu.
Masih terekam jelas di otak kananku sejak kepergianmu. Gadis kecilmu ini tidak ada semangat melanjutkan kehidupan dan setiap malamnya hanya bisa membasahi bantal tidurnya dengan air mata.
Kau juga pasti kecewa karena dia menjalani harinya dengan penuh kesedihan karena kehilangan orang yang ia cintai dan dibanggakan di bumi ini,
Tapi tolonglah Ma saat itu gadis kecilmu ini belumlah sedewasa sekarang, dia belum mengerti bahwa ada seorang Bapak yang selalu ada untuknya dan satu orang adik yang begitu mencintaiku dan membutuhkanku.
Kau pasti bosan mendengarkan doaku setiap malam yang selalu bertanya kenapa Tuhan ? Kenapa Ia harus memanggilmu ? Kenapa Aku yang lemah ini harus menerima semuanya? Tapi Mama waktu itu Tuhan belum memberikan jawaban kepadaku. Jadi jangan salahkan gadis kecilmu ini yang terus – terusan bertanya.
Hingga pada akhirnya gadis kecilmu ini berubah menjadi seorang gadis dewasa dan Tuhan memberikan jawabannya. Sunggu Tuhan memberikan jawaban di waktu yang tepat Ma.
Kehilanganmu merupakan kesedihan terbesar dalam hidupku Ma. Tapi siapakah yang dapat menyelami pekerjaanmu jika aku harus berlarut dalam kesedihan ini ?
Karena toh pada akhirnya bukankah dalam setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Karena pada akhirnya bukankah semua manusia akan kembali kepadaNya, karena pada akhirnya bukankah setiap orang punya cobaan masing- masing yang harus ia lalui dengan takdir yang mengikatnya (walau berat bagiku untuk menjalaninya).
Sekarang tanpaMu aku hanya berpegang Teguh terhadap Al- Qur'an yang selalu membuatku kuat akan setiap masalah yang aku hadapi.. Walaupun sebelumnya kau berperan penting dalam mengatur semua hidupKu.
Bukankah waktu yang diberikan Tuhan di dunia ini adalah kesempatan bagi kita untuk terus memberikan yang terbaik untuk orang yang kita cintai dan bukan hanya selalu bertanya mengapa bisa? kenapa harus aku? kenapa harus pergi?
Mama sekarang aku percaya untuk semua yang terjadi dalam kehidupan ini ada alasannya.
Mama inikah rencana Tuhan atas kepergianmu untuk menjadikanku gadis dewasa yang tidak semanja dulu ketika kau masih ada? untuk menjadikanku gadis yang kuat ? dan mungkinkah Tuhan memberikan jawaban atas doaku dalam jangka waktu yang lama hanya untuk menjadikan pribadi yang tekun dan sabar Ma ?
Mama maafkan aku karena kesedihanku terhadap kepergianmu membuatku melupakan bapak yang juga mencintaiku. Aku egois yang selalu memikirkan diri sendiri untuk mencari alasan terhadap kepergianmu dan tidak memikirkan bapak yang juga kehilangan separuh hidupnya yaitu Kau. Dan aku berjanji untuk menjaga Bapak dan Adik hingga akhir hidupku..
Sungguh mama gadis kecilmu yang kini telah dewasa akan jadi pribadi yang lebih menghargai setiap nafas yang diberkan Tuhan kepadanya
Ditulis Oleh..
Afi Sulistiyowati Hardi
27 Juli 2015
To : Mama Murniati Binti Jabinu
1/10/1969 – 13/02/2015
I So Miss you :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar